Pernik Kehidupan

Pages

  • Beranda

Entri Populer

Diriku..

Foto Saya
Aisyah Nurhayati
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

Followers

05 Desember 2011

ARIN.. Harapan Semu Dalam kesunyian hati seorang Ibu...

”Ya Alloh nduk... kenapa kamu berani melakukannnya?? Bukankah itu dosa???? Dari kecil aku didik engkau di pesantren... agar engkau mengerti dan memahami ilmu agama, nak...“ Rintih ibu separuh baya tersebut menangisi kenekatan anaknya yang melakukan nikah sirri tanpa restu darinya dan suaminya. Ini adalah malam ke-38 ia menangisi kepergian anak perempuannya yang sedang dimabuk cinta buta. “Pulanglah anakku, Arin... Ibu rindu...” suaranya mulai melemah seiring dengan keletihan hatinya malam ini hingga iapun terlelap. Dengan hati tersayat, Pak Bahrul menarikkan selimut lusuh itu untuk istrinya. Demikian ia lakukan tiap malam; mendampingi istrinya yang sangat terpukul dengan kepergian anaknya.
Arin adalah mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri semester 5. Ia tinggalkan harapannya untuk menjadi sarjana hanya untuk mengejar lelaki yang dicintainya. Entah... apa yang ada dalam otaknya. Di usianya yang sangat belia, ia pernah menikah dengan lelaki yang tak dicintainya hanya untuk mencari barokah orang tuanya. Namun pernikahan tersebut hanya berumur sebulan karena sang suami tiba-tiba saja tak mampu memuaskan nafsu Arin (impoten), padahal sang suami tergolong gagah, ganteng, sehat dan memiliki pekerjaan tetap yang bisa menjadi sandaran hidup bagi Arin. Perceraian mereka membuahkan luka mendalam bagi keluarga suami Arin karena ternyata penyakit impoten itu adalah guna-guna dari mantan pacar Arini yang belum merelakan Arini menikah selain dengannya.
Duh...!!!! Berita itu menjadi beban terberat bagi orang tua Arin karena harga diri keluarganya menjadi taruhannya. Tak henti-hentinya ibu dan ayah Arin mendatangi kyai dan dukun untuk menanyakan kebenaran berita tersebut. Dan semakin shocklah sang ibu ketika mengetahui kebenaran cerita tersebut dan mengetahui anak tercintanya, Arin juga kena guna-guna tersebut hingga Arinpun minggat meninggalkan rumahnya untuk mencari kekasih hatinya.
Arin dikabarkan telah menikah sirri dengan Agus seminggu yang lalu. Dengan pongah Agus mengatakan pada dunia bahwa ia berhasil menikahi Arin walau tanpa restu orang tua Arin karena kebetulan ada sanak keluarga Arin yang mau menjadi wali bagi pernikahan mereka. Bagi Agus, yang penting mereka telah menikah sirri dan Agus mengancam akan berbuat nekat jika ayah dan Ibu Arin menentang pernikahan mereka.
“ Ya Alloh.... Apa salahku???? Mengapa ujian berat ini Engkau limpahkan pada keluarga kami? Mengapa Arin, anakku yang baik Engkau ijinkan menikah dengan lelaki pemabuk dan pembohong seperti Agus??? Haruskah aku ikhlas menerima Agus sebagai menantu sementara Engkau mengajarkan kami untuk memilihkan jodoh yang baik bagi anak-anak kami??? Dimana keadilanmu, Ya Robbbb.....?????” Semakin pilu tangisan Ibu Arin memprotes tuhannya. Seakan ia sudah tak punya kekuatan lagi untuk menghadapi kenyataan hidup yang harus dijalaninya.
Keluhan hati dan sakit jiwa yang dialami oleh Ibu Arin tak pernah didengar dan diketahui oleh Arin. Ia tetap dalam penguasaan Agus yang tak pernah sudi meminta maaf dan berkomunikasi lagi dengan orang tua Arin. Bagi Agus, ini adalah pembalasan yang setimpal untuk orang tua Arin yang telah menikahkan Arin dengan orang lain tanpa mempertimbangkan rasa hatinya.

Astaghfirulloh.....
Ternyata banyak kasus nikah sirri yang terjadi di negeri kita ini. Kita masih ingat kasus Dewi Wardah yang kawin sirri dengan seorang tokoh pemuka agama di Hotel Grand Metro Equatorial Tanah Abang, Jakarta, yang terjadi pada tahun 1995; pernikahan tersebut dilaksanakan tanpa saksi dan tanpa mahar dan pada akhirnya bubar dan bercerai. Semua orang mempertanyakan apakah pernikahannya sah demi hukum atau tidak ?
Diantara alasan dilakukannya nikah sirri adalah : karena perbedaan agama, poligami, perselingkuhan, hamil di luar nikah, masih terikat kontrak dengan perusahaan yang mengharuskan berstatus lajang, belum mampu melaksanakan resepsi pernikahan, tidak direstui oleh orang tua dan lain sebagainya. Pernikahan sirri tak jarang pula banyak dilakukan para mahasiswa dengan alasan menghindari zina, setelah lulus kuliah mereka akan mencatatkan ke KUA dan mengadakan perayaan / resepsi pernikahan. Tapi dalam praktiknya, dengan alasan untuk menghindari zina, pernikahan sirri dilakukan tanpa sepengetahuan orang tua.
Cerita di atas menjadi i’tibar bagi kita semua bahwa ternyata nikah sirri yang disalah asumsikan akan merugikan banyak pihak. Banyak orang tua dan keluarga yang menderita karena ulah anaknya yang menikah tanpa restunya, walau si anak mengungkapkan 1001 alasan yang kadang irrasional. Bagaimana kehidupan mereka akan Sakinah Mawaddah Wa Rohmah jika ridlo orang tua tak pernah ia dapatkannya??? Sungguh miris kehidupan anak muda di jaman sekarang ini. Urusan Akhlak kepada orang tua dan orang lain tak lagi penting bagi mereka, karena yang terpenting bagi mereka adalah melampiaskan nafsu untuk memenuhi kepentingan sesaatnya. Padahal, bukankah selalu wanita yang akan banyak mengalami kerugian???

Diposting oleh Aisyah Nurhayati
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

1 komentar:

Anonim mengatakan...

inspiratif bun..

8 Desember 2011 pukul 09.22

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
Langganan: Posting Komentar (Atom)
@ 2011 Pernik Kehidupan; Many thanks to: Blogger Templates / blog Design Company / SEO / free template Blog