20 Desember 2011
SPIRITUAL = ALLAH
Spiritual, kata dasarnya adalah spirit !? dan di dalam kamus spirit berarti semngat. di dalam kehidupan dunia ini kita selalu bertemu dengan kata2 semangat. semangat tuk mencari rezeki, bersekolah, makan, minum, bahkan semngat tuk melakukan sesuatu yang buruk. merampok, mencuri, berzina pun memerlukan yang dinamakan semangat.
Spiritual bukan hanya dipakai oleh orang yang berlabel agama Islam. agama Kristen, Hindu, Budha dan agama lain pun menggunakan Spiritual dengan istilah yang berlainan. cara-cara untuk mencapai titik tertinggi dalam berspiritual pun berbeda antar agama. Ada yang menggunakan Sholat ( dalam agama Islam ), bermeditasi ( dalam agama Budha dan Hindu ), bahkan menggunakan cara dengan bernyayi ( dalam agama Kristen ). cara merupakan jalan yang harus dilalui manusia untuk mencapai suatu tujuan. inilah prioritas dari segalanya, tujuan yang hakiki dari segala cara yang dilakukan tersebut.
orang yang melakukan spiritual pastinyalah akan bertemu dengan ALLAH Sang Maha Segalanya. Tuhan dari segala apa yang ada di alam dunia ini. ketika kita menyadari bahwa ada sesuatu yang di luar alam ini yang mensetting segalanya dengan rapi, pastinya ketika terjadi sesuatu yang terjadi di alam ini, kita akan sadar bahwa ini semua rencana-Nya yang terbaik bagi semua manusia yang ada di alam dunia ini. sebagai contoh, bencana yang ada di Indonesia. mulai dari gunung meletus, tsunami, Lumpur lapindo ataupun yang lain.
Tsunami tsunami, berasal dari bahasa Jepang "tsu" dan "nami" yang arti harfiahnya adalah gelombang di pelabuhan atau pantai, yang terjadi karena adanya gangguan impulsif pada air laut akibat terjadi perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba. tsunami dapat berasal dari tiga sumber, yaitu gempa, letusan gunung api, dan longsoran yang terjadi di dasar laut. Menurut dia, dari ketiga penyebab timbulnya tsunami itu, gempa merupakan penyebab utama. Besar atau kecilnya gelombang tsunami sangat ditentukan oleh karakteristik gempa yang menyebabkannya. Gempa-gempa yang paling mungkin dapat menimbulkan tsunami adalah gempa yang terjadi di dasar laut, kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km, magnitudo lebih besar dari 6,0 skala Richter, serta jenis penyesaran gempa tergolong sesar naik atau sesar turun. Gempa-gempa semacam itu biasanya terjadi pada zona subduksi, zona bukaan, dan zona sesar. kecepatan penjalaran gelombang tsunami berkisar antara 50 km sampai 1.000 km per jam. Pada saat mendekati pantai, kecepatannya semakin berkurang, karena adanya gesekan dasar laut. Tetapi, tinggi gelombang tsunami justru akan bertambah besar pada saat mendekati pantai. gelombang tsunami mencapai ketinggian maksimum pada pantai berbentuk landai dan berlekuk seperti teluk dan muara sungai. Pada pantai semacam ini, tinggi gelombang tsunami dapat mencapai puluhan meter. siapakah yang memberikan ilmu Tsunami dan Tsunami ke Serambi Mekkah itu ? ( anda pasti tahu jawabannya )
Andaikan ALLAH tidak menciptakan Tsunami di Aceh, ada kemungkinan Indonesia ditutupi oleh lautan yang akhirnya menenggelamkan seluruh Indonesia. Akankah manusia mempertanyakan eksistensi dan Keagungan ALLAH ?
»» Baca Selanjutnya...
Spiritual bukan hanya dipakai oleh orang yang berlabel agama Islam. agama Kristen, Hindu, Budha dan agama lain pun menggunakan Spiritual dengan istilah yang berlainan. cara-cara untuk mencapai titik tertinggi dalam berspiritual pun berbeda antar agama. Ada yang menggunakan Sholat ( dalam agama Islam ), bermeditasi ( dalam agama Budha dan Hindu ), bahkan menggunakan cara dengan bernyayi ( dalam agama Kristen ). cara merupakan jalan yang harus dilalui manusia untuk mencapai suatu tujuan. inilah prioritas dari segalanya, tujuan yang hakiki dari segala cara yang dilakukan tersebut.
orang yang melakukan spiritual pastinyalah akan bertemu dengan ALLAH Sang Maha Segalanya. Tuhan dari segala apa yang ada di alam dunia ini. ketika kita menyadari bahwa ada sesuatu yang di luar alam ini yang mensetting segalanya dengan rapi, pastinya ketika terjadi sesuatu yang terjadi di alam ini, kita akan sadar bahwa ini semua rencana-Nya yang terbaik bagi semua manusia yang ada di alam dunia ini. sebagai contoh, bencana yang ada di Indonesia. mulai dari gunung meletus, tsunami, Lumpur lapindo ataupun yang lain.
Tsunami tsunami, berasal dari bahasa Jepang "tsu" dan "nami" yang arti harfiahnya adalah gelombang di pelabuhan atau pantai, yang terjadi karena adanya gangguan impulsif pada air laut akibat terjadi perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba. tsunami dapat berasal dari tiga sumber, yaitu gempa, letusan gunung api, dan longsoran yang terjadi di dasar laut. Menurut dia, dari ketiga penyebab timbulnya tsunami itu, gempa merupakan penyebab utama. Besar atau kecilnya gelombang tsunami sangat ditentukan oleh karakteristik gempa yang menyebabkannya. Gempa-gempa yang paling mungkin dapat menimbulkan tsunami adalah gempa yang terjadi di dasar laut, kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km, magnitudo lebih besar dari 6,0 skala Richter, serta jenis penyesaran gempa tergolong sesar naik atau sesar turun. Gempa-gempa semacam itu biasanya terjadi pada zona subduksi, zona bukaan, dan zona sesar. kecepatan penjalaran gelombang tsunami berkisar antara 50 km sampai 1.000 km per jam. Pada saat mendekati pantai, kecepatannya semakin berkurang, karena adanya gesekan dasar laut. Tetapi, tinggi gelombang tsunami justru akan bertambah besar pada saat mendekati pantai. gelombang tsunami mencapai ketinggian maksimum pada pantai berbentuk landai dan berlekuk seperti teluk dan muara sungai. Pada pantai semacam ini, tinggi gelombang tsunami dapat mencapai puluhan meter. siapakah yang memberikan ilmu Tsunami dan Tsunami ke Serambi Mekkah itu ? ( anda pasti tahu jawabannya )
Andaikan ALLAH tidak menciptakan Tsunami di Aceh, ada kemungkinan Indonesia ditutupi oleh lautan yang akhirnya menenggelamkan seluruh Indonesia. Akankah manusia mempertanyakan eksistensi dan Keagungan ALLAH ?
Analisa Kritis Pariwisata Kabupaten Jember
Kabupaten Jember sangat berpotensial untuk memakmurkan dan juga mensejahterakan masyarakat Jember dari sisi pariwisatanya. Bahkan yang lebih ekstrem lagi, bisa jadi hutang Indonesia itu bisa di bayar dari satu sektor yang sangat berpotensial ini.
Di Kabupaten Jember terdapat 42 titik potensial pariwisata yang bisa dikembangkan Pemerintah daerah Jember. Akan tetapi realitanya, hanya empat tempat wisata menonjol yang bisa dikembangkan Pemerintah Kabupaten Jember. sehingga nasib dari 90 % ( sekitar 38 dari 42 ) tempat wisata yang potensial akhirnya tidak terjamah oleh Pemerintah daerah.
Peran serta Pemerintah Daerah sangatlah vital dalam permasalahan ini. Apabila Pemerintah daerah belum bisa memfasilitasi bahkan menghambat proses berjalannya pengembangan Kabupaten jember sendiri dari sektor Pariwisata, tunggulah kehancuran masyarakat yang akhirnya berdampak pada kehidupan ekonomi, sosial dan juga yang lainnya. Secara ekonomi, masyarakat masih banyak yang miskin. Dari sisi sosial, masyarakat jember belum menemukan identitas dirinya yang mempunyai ciri khas tertentu. Analogi sederhananya, sampai detik ini apakah masyarakat Jember punya sebuah simbol yang menggambarkan karakter masyarakatnya ? apakah masyarakat Jember mempunyai ciri khas budaya tersendiri?
Perbandingannya, Kota tetangga dari Kabupaten jember sudah mempunyai karakteristik dan simbol dari daerahnya masing-masing. Banyuwangi dengan budaya Gandrung dan juga masyarakat oseng nya, Lumajang dengan simbolik kota pisang dan juga pasir. Jember mana ?
Karenanya, diperlukan analisa kritis dan juga daya juang tinggi dalam memasyarakatkan sektor pariwisata di dalam masyarakat Jember. Langkah yang harus ditempuh adalah meracuni maindset salah kaprah yang selama ini berdiam diri di otak masyarakat Jember. Selama ini banyak masyarakat Jember lebih kenal dengan daerah lain ketimbang dengan kabupaten Jember. Mayoritas akademisi dan juga pelajar Jember yang lebih bangga berwiasta ke luar daerah daripada memakmurkan masyarakat Jember dengan cara mengembangkan sektor pariwisata yang ada di wilayah Jember sendiri.
Andaikan masyarakat Jember secara keseluruhan mempunyai maindset bahwa apabila kita mengembangkan potensi wisata dengan cara berwisata di tempat wisata yang ada di Jember. Bayangkan betapa banyak tukang bakso, penjual es keliling, dan juga pedagang kaki lima lainnya yang bisa dihidupi oleh mereka. dari satu langka nyata dengan mendatangi tempat wisata saja, kita bisa menghidupi beberapa keluarga, dan juga dari sisi agama, agama Islam sangat menganjurkan ummatnya untuk beramal.
Inilah perang yang sesungguhnya, perang maindset yang meracuni masyarakat secara luas, bukan hanya di Kabupaten Jember. Sehingga langkah konkret yang bisa dilakukan dengan cara menghancurkan racun-racun maindset itu dengan cara revolusi pena. peran serta para mahasiswa sangatlah vital di sisi ini. Pertanyaanya, apakah setiap tahun wisuda lulusan dari beberapa Universitas yang ada di Jember ini mempunyai visi untuki memakmurkan Jember secara komperehensif ? hoiiiiiiiiiiiiiii para mahasiswa yang masih duduk di Perguruan tinggi maupun yang telah wisuda di Kabupaten Jember, mana peranmu ? apa gunanya kau kuliah ?
Kesimpulannya, Kabupaten Jember sangatlah berpotensial untuk memaksurkan serta mensejahterakan masyarakatnya dari salah satu aspek yaitu pariwisata. Tinggal bagaimana Pemerintah daerah serta pemimpin yang ada di Kabupaten Jember, apakah memberikan support untuk mengembangkan salah satu sektor berpotensial tersebut. sehingga Di Jember masyarakatnya bisa makmur dan juga sejahtera. untuk itu dibutuhkan Pemimpin yang visioner serta revolusioner untuk membangkitkan beberapa sektor potensial yang ada di Kabupaten Jember.
»» Baca Selanjutnya...
Di Kabupaten Jember terdapat 42 titik potensial pariwisata yang bisa dikembangkan Pemerintah daerah Jember. Akan tetapi realitanya, hanya empat tempat wisata menonjol yang bisa dikembangkan Pemerintah Kabupaten Jember. sehingga nasib dari 90 % ( sekitar 38 dari 42 ) tempat wisata yang potensial akhirnya tidak terjamah oleh Pemerintah daerah.
Peran serta Pemerintah Daerah sangatlah vital dalam permasalahan ini. Apabila Pemerintah daerah belum bisa memfasilitasi bahkan menghambat proses berjalannya pengembangan Kabupaten jember sendiri dari sektor Pariwisata, tunggulah kehancuran masyarakat yang akhirnya berdampak pada kehidupan ekonomi, sosial dan juga yang lainnya. Secara ekonomi, masyarakat masih banyak yang miskin. Dari sisi sosial, masyarakat jember belum menemukan identitas dirinya yang mempunyai ciri khas tertentu. Analogi sederhananya, sampai detik ini apakah masyarakat Jember punya sebuah simbol yang menggambarkan karakter masyarakatnya ? apakah masyarakat Jember mempunyai ciri khas budaya tersendiri?
Perbandingannya, Kota tetangga dari Kabupaten jember sudah mempunyai karakteristik dan simbol dari daerahnya masing-masing. Banyuwangi dengan budaya Gandrung dan juga masyarakat oseng nya, Lumajang dengan simbolik kota pisang dan juga pasir. Jember mana ?
Karenanya, diperlukan analisa kritis dan juga daya juang tinggi dalam memasyarakatkan sektor pariwisata di dalam masyarakat Jember. Langkah yang harus ditempuh adalah meracuni maindset salah kaprah yang selama ini berdiam diri di otak masyarakat Jember. Selama ini banyak masyarakat Jember lebih kenal dengan daerah lain ketimbang dengan kabupaten Jember. Mayoritas akademisi dan juga pelajar Jember yang lebih bangga berwiasta ke luar daerah daripada memakmurkan masyarakat Jember dengan cara mengembangkan sektor pariwisata yang ada di wilayah Jember sendiri.
Andaikan masyarakat Jember secara keseluruhan mempunyai maindset bahwa apabila kita mengembangkan potensi wisata dengan cara berwisata di tempat wisata yang ada di Jember. Bayangkan betapa banyak tukang bakso, penjual es keliling, dan juga pedagang kaki lima lainnya yang bisa dihidupi oleh mereka. dari satu langka nyata dengan mendatangi tempat wisata saja, kita bisa menghidupi beberapa keluarga, dan juga dari sisi agama, agama Islam sangat menganjurkan ummatnya untuk beramal.
Inilah perang yang sesungguhnya, perang maindset yang meracuni masyarakat secara luas, bukan hanya di Kabupaten Jember. Sehingga langkah konkret yang bisa dilakukan dengan cara menghancurkan racun-racun maindset itu dengan cara revolusi pena. peran serta para mahasiswa sangatlah vital di sisi ini. Pertanyaanya, apakah setiap tahun wisuda lulusan dari beberapa Universitas yang ada di Jember ini mempunyai visi untuki memakmurkan Jember secara komperehensif ? hoiiiiiiiiiiiiiii para mahasiswa yang masih duduk di Perguruan tinggi maupun yang telah wisuda di Kabupaten Jember, mana peranmu ? apa gunanya kau kuliah ?
Kesimpulannya, Kabupaten Jember sangatlah berpotensial untuk memaksurkan serta mensejahterakan masyarakatnya dari salah satu aspek yaitu pariwisata. Tinggal bagaimana Pemerintah daerah serta pemimpin yang ada di Kabupaten Jember, apakah memberikan support untuk mengembangkan salah satu sektor berpotensial tersebut. sehingga Di Jember masyarakatnya bisa makmur dan juga sejahtera. untuk itu dibutuhkan Pemimpin yang visioner serta revolusioner untuk membangkitkan beberapa sektor potensial yang ada di Kabupaten Jember.
05 Desember 2011
ARIN.. Harapan Semu Dalam kesunyian hati seorang Ibu...
”Ya Alloh nduk... kenapa kamu berani melakukannnya?? Bukankah itu dosa???? Dari kecil aku didik engkau di pesantren... agar engkau mengerti dan memahami ilmu agama, nak...“ Rintih ibu separuh baya tersebut menangisi kenekatan anaknya yang melakukan nikah sirri tanpa restu darinya dan suaminya. Ini adalah malam ke-38 ia menangisi kepergian anak perempuannya yang sedang dimabuk cinta buta. “Pulanglah anakku, Arin... Ibu rindu...” suaranya mulai melemah seiring dengan keletihan hatinya malam ini hingga iapun terlelap. Dengan hati tersayat, Pak Bahrul menarikkan selimut lusuh itu untuk istrinya. Demikian ia lakukan tiap malam; mendampingi istrinya yang sangat terpukul dengan kepergian anaknya.
Arin adalah mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri semester 5. Ia tinggalkan harapannya untuk menjadi sarjana hanya untuk mengejar lelaki yang dicintainya. Entah... apa yang ada dalam otaknya. Di usianya yang sangat belia, ia pernah menikah dengan lelaki yang tak dicintainya hanya untuk mencari barokah orang tuanya. Namun pernikahan tersebut hanya berumur sebulan karena sang suami tiba-tiba saja tak mampu memuaskan nafsu Arin (impoten), padahal sang suami tergolong gagah, ganteng, sehat dan memiliki pekerjaan tetap yang bisa menjadi sandaran hidup bagi Arin. Perceraian mereka membuahkan luka mendalam bagi keluarga suami Arin karena ternyata penyakit impoten itu adalah guna-guna dari mantan pacar Arini yang belum merelakan Arini menikah selain dengannya.
Duh...!!!! Berita itu menjadi beban terberat bagi orang tua Arin karena harga diri keluarganya menjadi taruhannya. Tak henti-hentinya ibu dan ayah Arin mendatangi kyai dan dukun untuk menanyakan kebenaran berita tersebut. Dan semakin shocklah sang ibu ketika mengetahui kebenaran cerita tersebut dan mengetahui anak tercintanya, Arin juga kena guna-guna tersebut hingga Arinpun minggat meninggalkan rumahnya untuk mencari kekasih hatinya.
Arin dikabarkan telah menikah sirri dengan Agus seminggu yang lalu. Dengan pongah Agus mengatakan pada dunia bahwa ia berhasil menikahi Arin walau tanpa restu orang tua Arin karena kebetulan ada sanak keluarga Arin yang mau menjadi wali bagi pernikahan mereka. Bagi Agus, yang penting mereka telah menikah sirri dan Agus mengancam akan berbuat nekat jika ayah dan Ibu Arin menentang pernikahan mereka.
“ Ya Alloh.... Apa salahku???? Mengapa ujian berat ini Engkau limpahkan pada keluarga kami? Mengapa Arin, anakku yang baik Engkau ijinkan menikah dengan lelaki pemabuk dan pembohong seperti Agus??? Haruskah aku ikhlas menerima Agus sebagai menantu sementara Engkau mengajarkan kami untuk memilihkan jodoh yang baik bagi anak-anak kami??? Dimana keadilanmu, Ya Robbbb.....?????” Semakin pilu tangisan Ibu Arin memprotes tuhannya. Seakan ia sudah tak punya kekuatan lagi untuk menghadapi kenyataan hidup yang harus dijalaninya.
Keluhan hati dan sakit jiwa yang dialami oleh Ibu Arin tak pernah didengar dan diketahui oleh Arin. Ia tetap dalam penguasaan Agus yang tak pernah sudi meminta maaf dan berkomunikasi lagi dengan orang tua Arin. Bagi Agus, ini adalah pembalasan yang setimpal untuk orang tua Arin yang telah menikahkan Arin dengan orang lain tanpa mempertimbangkan rasa hatinya.
Astaghfirulloh.....
Ternyata banyak kasus nikah sirri yang terjadi di negeri kita ini. Kita masih ingat kasus Dewi Wardah yang kawin sirri dengan seorang tokoh pemuka agama di Hotel Grand Metro Equatorial Tanah Abang, Jakarta, yang terjadi pada tahun 1995; pernikahan tersebut dilaksanakan tanpa saksi dan tanpa mahar dan pada akhirnya bubar dan bercerai. Semua orang mempertanyakan apakah pernikahannya sah demi hukum atau tidak ?
Diantara alasan dilakukannya nikah sirri adalah : karena perbedaan agama, poligami, perselingkuhan, hamil di luar nikah, masih terikat kontrak dengan perusahaan yang mengharuskan berstatus lajang, belum mampu melaksanakan resepsi pernikahan, tidak direstui oleh orang tua dan lain sebagainya. Pernikahan sirri tak jarang pula banyak dilakukan para mahasiswa dengan alasan menghindari zina, setelah lulus kuliah mereka akan mencatatkan ke KUA dan mengadakan perayaan / resepsi pernikahan. Tapi dalam praktiknya, dengan alasan untuk menghindari zina, pernikahan sirri dilakukan tanpa sepengetahuan orang tua.
Cerita di atas menjadi i’tibar bagi kita semua bahwa ternyata nikah sirri yang disalah asumsikan akan merugikan banyak pihak. Banyak orang tua dan keluarga yang menderita karena ulah anaknya yang menikah tanpa restunya, walau si anak mengungkapkan 1001 alasan yang kadang irrasional. Bagaimana kehidupan mereka akan Sakinah Mawaddah Wa Rohmah jika ridlo orang tua tak pernah ia dapatkannya??? Sungguh miris kehidupan anak muda di jaman sekarang ini. Urusan Akhlak kepada orang tua dan orang lain tak lagi penting bagi mereka, karena yang terpenting bagi mereka adalah melampiaskan nafsu untuk memenuhi kepentingan sesaatnya. Padahal, bukankah selalu wanita yang akan banyak mengalami kerugian???
»» Baca Selanjutnya...
Arin adalah mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri semester 5. Ia tinggalkan harapannya untuk menjadi sarjana hanya untuk mengejar lelaki yang dicintainya. Entah... apa yang ada dalam otaknya. Di usianya yang sangat belia, ia pernah menikah dengan lelaki yang tak dicintainya hanya untuk mencari barokah orang tuanya. Namun pernikahan tersebut hanya berumur sebulan karena sang suami tiba-tiba saja tak mampu memuaskan nafsu Arin (impoten), padahal sang suami tergolong gagah, ganteng, sehat dan memiliki pekerjaan tetap yang bisa menjadi sandaran hidup bagi Arin. Perceraian mereka membuahkan luka mendalam bagi keluarga suami Arin karena ternyata penyakit impoten itu adalah guna-guna dari mantan pacar Arini yang belum merelakan Arini menikah selain dengannya.
Duh...!!!! Berita itu menjadi beban terberat bagi orang tua Arin karena harga diri keluarganya menjadi taruhannya. Tak henti-hentinya ibu dan ayah Arin mendatangi kyai dan dukun untuk menanyakan kebenaran berita tersebut. Dan semakin shocklah sang ibu ketika mengetahui kebenaran cerita tersebut dan mengetahui anak tercintanya, Arin juga kena guna-guna tersebut hingga Arinpun minggat meninggalkan rumahnya untuk mencari kekasih hatinya.
Arin dikabarkan telah menikah sirri dengan Agus seminggu yang lalu. Dengan pongah Agus mengatakan pada dunia bahwa ia berhasil menikahi Arin walau tanpa restu orang tua Arin karena kebetulan ada sanak keluarga Arin yang mau menjadi wali bagi pernikahan mereka. Bagi Agus, yang penting mereka telah menikah sirri dan Agus mengancam akan berbuat nekat jika ayah dan Ibu Arin menentang pernikahan mereka.
“ Ya Alloh.... Apa salahku???? Mengapa ujian berat ini Engkau limpahkan pada keluarga kami? Mengapa Arin, anakku yang baik Engkau ijinkan menikah dengan lelaki pemabuk dan pembohong seperti Agus??? Haruskah aku ikhlas menerima Agus sebagai menantu sementara Engkau mengajarkan kami untuk memilihkan jodoh yang baik bagi anak-anak kami??? Dimana keadilanmu, Ya Robbbb.....?????” Semakin pilu tangisan Ibu Arin memprotes tuhannya. Seakan ia sudah tak punya kekuatan lagi untuk menghadapi kenyataan hidup yang harus dijalaninya.
Keluhan hati dan sakit jiwa yang dialami oleh Ibu Arin tak pernah didengar dan diketahui oleh Arin. Ia tetap dalam penguasaan Agus yang tak pernah sudi meminta maaf dan berkomunikasi lagi dengan orang tua Arin. Bagi Agus, ini adalah pembalasan yang setimpal untuk orang tua Arin yang telah menikahkan Arin dengan orang lain tanpa mempertimbangkan rasa hatinya.
Astaghfirulloh.....
Ternyata banyak kasus nikah sirri yang terjadi di negeri kita ini. Kita masih ingat kasus Dewi Wardah yang kawin sirri dengan seorang tokoh pemuka agama di Hotel Grand Metro Equatorial Tanah Abang, Jakarta, yang terjadi pada tahun 1995; pernikahan tersebut dilaksanakan tanpa saksi dan tanpa mahar dan pada akhirnya bubar dan bercerai. Semua orang mempertanyakan apakah pernikahannya sah demi hukum atau tidak ?
Diantara alasan dilakukannya nikah sirri adalah : karena perbedaan agama, poligami, perselingkuhan, hamil di luar nikah, masih terikat kontrak dengan perusahaan yang mengharuskan berstatus lajang, belum mampu melaksanakan resepsi pernikahan, tidak direstui oleh orang tua dan lain sebagainya. Pernikahan sirri tak jarang pula banyak dilakukan para mahasiswa dengan alasan menghindari zina, setelah lulus kuliah mereka akan mencatatkan ke KUA dan mengadakan perayaan / resepsi pernikahan. Tapi dalam praktiknya, dengan alasan untuk menghindari zina, pernikahan sirri dilakukan tanpa sepengetahuan orang tua.
Cerita di atas menjadi i’tibar bagi kita semua bahwa ternyata nikah sirri yang disalah asumsikan akan merugikan banyak pihak. Banyak orang tua dan keluarga yang menderita karena ulah anaknya yang menikah tanpa restunya, walau si anak mengungkapkan 1001 alasan yang kadang irrasional. Bagaimana kehidupan mereka akan Sakinah Mawaddah Wa Rohmah jika ridlo orang tua tak pernah ia dapatkannya??? Sungguh miris kehidupan anak muda di jaman sekarang ini. Urusan Akhlak kepada orang tua dan orang lain tak lagi penting bagi mereka, karena yang terpenting bagi mereka adalah melampiaskan nafsu untuk memenuhi kepentingan sesaatnya. Padahal, bukankah selalu wanita yang akan banyak mengalami kerugian???
Ironi Dunia Pendidikan
Berita tak mengenakkan selalu kita dengar dari para mahasiswa yang lagi Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengenai kehidupan masyarakat pedesaan yang kurang sadar akan dunia pendidikan. Hanya segelintir saja anak-anak lulusan SD yang melanjutkan ke SMP. Kebanyakan dari mereka langsung menikah dan bekerja. Orang tua mereka beranggapan bahwa lebih baik membeli perlengkapan rumah tangga daripada untuk membiayai sekolah anak mereka. Bisa dibayangkan berapa uang yang harus dikeluarkan untuk biaya pendidikan anak-anak mereka dari TK hingga sarjana, atau, mungkin, program doktoral? Bagi seorang buruh tani atau perkebunan, Lima belas ekor sapi tidaklah cukup! Padahal hampir mustahil seorang buruh tani memiliki sapi sebanyak itu. Biaya pendidikan yang selangit itu terlalu mahal jika hanya ditukar dengan selembar ijazah untuk nasib anak mereka yang masih samar.
Cara pandang masyarakat kita sungguhlah logis. Pemenuhan kesejahteraan lebih penting ketimbang konsumsi pengetahuan konseptual yang menurut mereka sangat abstrak. Realistis saja, jika dikalkulasi secara ekonomis, berapa dia akan dihargai di negeri ini jika si anak berhasil meraih gelar doktor?? Apa yang bisa dia kerjakan? Sungguh Tak kembali modal !!! dan sang bapak tak pernah bisa menikmati hasil kerja kerasnya membiayai pendidikan si anak. Cukupkah hanya dengan sebuah kebanggaan? Bukankah itu hanya pencitraan yang kita buat untuk sekedar menghibur???? Dan masyarakat buruh tani dan perkebunan, tak mempan oleh imagologi. Sungguh Ironis !!!!
Dan Itulah salah satu ironi dunia pendidikan kita. Karena itu, bagaimana anak-anak mereka seharusnya dididik? Adakah konsep pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka?
»» Baca Selanjutnya...
Cara pandang masyarakat kita sungguhlah logis. Pemenuhan kesejahteraan lebih penting ketimbang konsumsi pengetahuan konseptual yang menurut mereka sangat abstrak. Realistis saja, jika dikalkulasi secara ekonomis, berapa dia akan dihargai di negeri ini jika si anak berhasil meraih gelar doktor?? Apa yang bisa dia kerjakan? Sungguh Tak kembali modal !!! dan sang bapak tak pernah bisa menikmati hasil kerja kerasnya membiayai pendidikan si anak. Cukupkah hanya dengan sebuah kebanggaan? Bukankah itu hanya pencitraan yang kita buat untuk sekedar menghibur???? Dan masyarakat buruh tani dan perkebunan, tak mempan oleh imagologi. Sungguh Ironis !!!!
Dan Itulah salah satu ironi dunia pendidikan kita. Karena itu, bagaimana anak-anak mereka seharusnya dididik? Adakah konsep pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka?
cahaya cinta
Hari berganti,dalam perjalanan waktu
Berkelana semakin jauh meniti hari kelam
Telah ku rasakan keperihan...
Dari sepi yg panjang,terbelenggu dalam
Dinginnya jiwa yang hampa...
Terbalut luka di masa lalu..
Dan itu sepenggal cerita yang mengisi
Lembaran hidupku..
Hingga saat ku menyadari kehadiranmu
Seperti cahaya,perlahan menyinari ruang
Gelap jiwaku...
Kasihmu berikan ketenangan dalam jiwaku
Yang letih...
Hari ini bila ku menangis...
Itu karena ku bahagia..
bahagia bersamamu...
Dan untuk kekasihku tercinta
Terimakasih atas segala rasa yang
Kau berikan untukku...
Jika dalam hidup ini ada satu keinginan
Ku hanya ingin di sisa waktu ku..
untuk selalu bersamamu dan terus bersamamu..
alwaya love u
»» Baca Selanjutnya...
Berkelana semakin jauh meniti hari kelam
Telah ku rasakan keperihan...
Dari sepi yg panjang,terbelenggu dalam
Dinginnya jiwa yang hampa...
Terbalut luka di masa lalu..
Dan itu sepenggal cerita yang mengisi
Lembaran hidupku..
Hingga saat ku menyadari kehadiranmu
Seperti cahaya,perlahan menyinari ruang
Gelap jiwaku...
Kasihmu berikan ketenangan dalam jiwaku
Yang letih...
Hari ini bila ku menangis...
Itu karena ku bahagia..
bahagia bersamamu...
Dan untuk kekasihku tercinta
Terimakasih atas segala rasa yang
Kau berikan untukku...
Jika dalam hidup ini ada satu keinginan
Ku hanya ingin di sisa waktu ku..
untuk selalu bersamamu dan terus bersamamu..
alwaya love u
diary ku
Aku tahu ketika aku menuliskan ini, engkau tengah menikmati hari bahagiamu. Dan aku juga tahu salah satu orang yang tak pernah engkau harapkan datang hadir di hari bahagiamu itu adalah aku,”Terima kasih engkau”, terima kasih telah lupa dengan diriku, pura-pura melupakanku bahwa di semesta pikiranmu pernah ada aku, sekarang aku cuma bisa berkata kepadamu” semoga engkau bahagia dengan semua itu.Aku yang terlupankan.
engkau, lama tak ada tulisan tentangmu.
Tak seperti dulu
dulu, hampir setiap waktu, selalu ada kata untukmu.
Apa kabarmu sekarang?…
Ah basi ya? Biarlah, aku hanya ingin mengulang kembali kebiasaan lamaku, sekedar megalirkan metafor basa-basi menyapamu, seperti orang ketemu, bertanya kabar meskipun tak mau tahu dengan kabar yang ditanyakan itu,…ah basa-basi bagiku.
Tapi, kali ini agak lain basa-basiku tidak hanya itu.
Coba dengarkanlah aku.
Tuhan, apakah sinyalmu tidak cukup kuat menerima SMS yang telah aku kirimkan Kepadamu?
Ataukah, mungkin jaringanmu sedang sibuk megurus pesan-pesan lain yang lebih penting dari pesanku itu?
Tuhan apakah karena hanya aku memakai kartu perdana murahan, dan handphone monophonik sehinggga SMSku tak sampai Kepadamu?.
Ataukah nomor pusat servis pesanku keliru sehingga salah sambung pesanku entah kemana?.
Tuhan, katanya servisMu 24 jam online tanpa henti, tapi mengapa SMSku tak juga Engkau Balas?.
Padahal aku juga sudah kirimkan SMSku di saat diskon specialmu, yakni di sepertiga malam-Mu karena aku yakin tak banyak orang yang menghubungi atau berkirim pesan kepada-Mu. Tapi mengapa sampai detik ini menunggu tak juga Engkau balas SMSku, padahal aku menunggu Tuhan.
Tuhan,apakah aku salah kirim ke nomor yang lain?
Tapi kurasa benar,sebab di ktab keabadian warisan nabi-Mu sudah kubaca benar itu nomor-Mu,Tuhan.
Tapi mengapa engkau tak segera membalas SMSku Tuhan,padahal aku menunggu.
Kalau aku harus menelepon,sayang aku tak punya cukup pulsa untuk itu. Dan seandainyapun ada aku kuatir Engkau tak mau terima teleponku, karena Engkau tahu aku banyak salah dan kilaf kepada-Mu.
Sekali-kali SMS aku dong Tuhan. Aku akan sangat senang jika ada pesan khusus dari-MU. Aku akan melonjak-lonjak girang dan tanpa lama ku balas ‘ Terima kasih Tuhan’ kontan.
Namun mengapa Tuhan tak kunjung kau balas pesanku?
Padahal aku cuma ingin tahu Tuhan,apakah benar kabar yang akau dengar itu, apakah benar ini hari kebahagianya (untuk seseorang di jauh sana), namun mengapa tak ada pemberitahuan dan undangan darinya.dan apakah benar orang yang tak pernah di harapakan datang adalah ‘Aku”. Kalau memang iya Tuhan tolong sampaikan kataku ”Semoga dia bahagia”.
Ya sekedar basa-basi tapi punya arti bagiku
Karena memang Tuhan tak butuh dengan kata-kataku itu.
Namun engkau waktu?
Adakah Deja vu itu?
Engkau jangan terus maju waktu,kembalikan aku ke masa lalu, yang indah itu.
Aku masih punya mimpi, aku masih punya cinta yang sanggup mengetarkan seluruh urat syarafku, memeras gelora air mataku. Kenangan itu….
Ya sebuah kenangan yang kelak akan aku buka kembali pada episode masa depanku, yang jauh itu, bersama kata yang tak pernah sanggup menggenggam bahasa jiwaku, tentang aku dan kamu.
Dan sekarang…, ya sekarang aku hidup di ini waktu.
Menggores pena bersama berjalannya sang waktu.
Dan dirimu…
Kalau aku punya hari yang indah teryata dirimu punya yang lebih dariku..
tapi kenapa dirimu tak beritahu aku..
Hhhmmm….aku tahu, dirimu sengaja tak mengabariku karena engkau kuatir aku iri denganmu, iri dengan hari bahagiamu, iri dengan hari indahmu he..he.. tapi sory ya, engkau keliru kalau berpikir begitu.
Ya daripada salah dan membuat muka merah,..ah…yang pasti engkau sengaja melupakanku,supaya ada tulisan ini untukmu. Terima kasih engkau, telah membangunkan imajinasiku. Tapi maaf ini bukan surat cinta yang sering orang tuliskan itu. Dan aku yakin engkau juga punya kata itu.
Malam !….
aku ingin bertanya kepadamu…
jangan hanya kelam dan hitam kepadaku, diam membisu dalam keheninganmu.
Adakah cinta itu abadi?Adakah persahabatan itu sejati?Adakah sebuah hukum alam yang mampu mengubah cinta menjadi benci?
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang selalu tidak aku mengerti malam!.
Ok lah!…kalau engkau juga tak tahu,aku juga tak akan memaksamu untuk menjawab itu.
Aku cuma ingin engkau setia menemaniku, membiarkan aku termenung dengan khayalan kehiduypanku.di bawah kerlip bintang-bintang di langit sayapmu.dan jangan pergi meninggalkank, hingga datang mentari kan menjagaiku…
oh malam….kenapa tiba-tiba aku bisa melihat diriku…. sedang apakah aku diriku… kenapa ada pelaminan di situ… ya Tuhan benarkah yang aku lihat itu?…
mimpikah aku?…
sadarkah diriku?….
sungguhkah dengan yang aku saksikan itu?…
akukah yang palsu atau dia yang semu?….
tapi mengapa dengan denagn kepura-puraanmu tak melihat diriku dan menyambut kedatanganku dengan senyummu yang indah itu,”karenakah orang itu, yang sekarang duduk mesra disampingmu itu?”…….,
lihatlah malam,….. aku disini,saksikan aku,karena hanya engkau yang tahu dan peduli denganku,
“Air mata ini adalah air mata kebahagianku, bahagia karena melihat dirimu bahagia, bahagia karena sekarang engkau telah menemukan separuh yang hilang dari dirimu,yang terbaik dalam kehidupanmu”.
Katakan padanya malam,
”Aku juga turut berbahagia,dan cuma bisa berkata,semoga engkau juga bahagia, baarakallahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama’a baina kuma fi khair”.
Padahal malam,kata-kata itu aku ingin ucapkan sendiri di depannya sambil menjabat tangan orang yang ada di dekatnya.karena aku tak mampu malam,tolong bilangkan itu padanya….
bahagia?….
apakah arti bahagia itu?….
adakah bahagia itu adalah air mata?….
ataukah mungkin pepatah ini arti bahagia?…
Kebahagian adalah menemukan seseorang untuk kau peluk saat kau menangis,berbagi perih bersamanya, dan kesedihan adalahsaat kau tertawa sendirian”.
Tapi aku perih malam……
perih kesediahan….
perih karena dalam kenyataannya tidak bisa melihat dia bahagia…
perih karena aku tak pernah ia harap untuk hadir ikut merasakan dia bahagia.
Kenapa dia begitu?…
adakah itu di sengaja?..
tapi dia baik…. tak pantas ku menyalahkannya.
Tapi siapakah?…
takdirkah?…
ngak… takdir gak salah.
Namun….
Hidup yang tak pernah dipertanyakan adalah hidup yang tak pernah layak diteruskan.
Itulah guruku Socrates yang pernah bilang….
dan me…..
Love or just hate mebut pare me with your indefference,cintai aku atau sekalian benci aku, asal jangan kau acuhkan diriku.
Toh…
Tak semua yang dapat di hitung, diperhitungkan, dan tak semua yang dapat diperhitungkan dapat di hitung.
ah… apa lagi ini…
Namun begitulah cerita hidup dan cintaku.
Langganan:
Postingan (Atom)

