20 Desember 2011
Analisa Kritis Pariwisata Kabupaten Jember
Kabupaten Jember sangat berpotensial untuk memakmurkan dan juga mensejahterakan masyarakat Jember dari sisi pariwisatanya. Bahkan yang lebih ekstrem lagi, bisa jadi hutang Indonesia itu bisa di bayar dari satu sektor yang sangat berpotensial ini.
Di Kabupaten Jember terdapat 42 titik potensial pariwisata yang bisa dikembangkan Pemerintah daerah Jember. Akan tetapi realitanya, hanya empat tempat wisata menonjol yang bisa dikembangkan Pemerintah Kabupaten Jember. sehingga nasib dari 90 % ( sekitar 38 dari 42 ) tempat wisata yang potensial akhirnya tidak terjamah oleh Pemerintah daerah.
Peran serta Pemerintah Daerah sangatlah vital dalam permasalahan ini. Apabila Pemerintah daerah belum bisa memfasilitasi bahkan menghambat proses berjalannya pengembangan Kabupaten jember sendiri dari sektor Pariwisata, tunggulah kehancuran masyarakat yang akhirnya berdampak pada kehidupan ekonomi, sosial dan juga yang lainnya. Secara ekonomi, masyarakat masih banyak yang miskin. Dari sisi sosial, masyarakat jember belum menemukan identitas dirinya yang mempunyai ciri khas tertentu. Analogi sederhananya, sampai detik ini apakah masyarakat Jember punya sebuah simbol yang menggambarkan karakter masyarakatnya ? apakah masyarakat Jember mempunyai ciri khas budaya tersendiri?
Perbandingannya, Kota tetangga dari Kabupaten jember sudah mempunyai karakteristik dan simbol dari daerahnya masing-masing. Banyuwangi dengan budaya Gandrung dan juga masyarakat oseng nya, Lumajang dengan simbolik kota pisang dan juga pasir. Jember mana ?
Karenanya, diperlukan analisa kritis dan juga daya juang tinggi dalam memasyarakatkan sektor pariwisata di dalam masyarakat Jember. Langkah yang harus ditempuh adalah meracuni maindset salah kaprah yang selama ini berdiam diri di otak masyarakat Jember. Selama ini banyak masyarakat Jember lebih kenal dengan daerah lain ketimbang dengan kabupaten Jember. Mayoritas akademisi dan juga pelajar Jember yang lebih bangga berwiasta ke luar daerah daripada memakmurkan masyarakat Jember dengan cara mengembangkan sektor pariwisata yang ada di wilayah Jember sendiri.
Andaikan masyarakat Jember secara keseluruhan mempunyai maindset bahwa apabila kita mengembangkan potensi wisata dengan cara berwisata di tempat wisata yang ada di Jember. Bayangkan betapa banyak tukang bakso, penjual es keliling, dan juga pedagang kaki lima lainnya yang bisa dihidupi oleh mereka. dari satu langka nyata dengan mendatangi tempat wisata saja, kita bisa menghidupi beberapa keluarga, dan juga dari sisi agama, agama Islam sangat menganjurkan ummatnya untuk beramal.
Inilah perang yang sesungguhnya, perang maindset yang meracuni masyarakat secara luas, bukan hanya di Kabupaten Jember. Sehingga langkah konkret yang bisa dilakukan dengan cara menghancurkan racun-racun maindset itu dengan cara revolusi pena. peran serta para mahasiswa sangatlah vital di sisi ini. Pertanyaanya, apakah setiap tahun wisuda lulusan dari beberapa Universitas yang ada di Jember ini mempunyai visi untuki memakmurkan Jember secara komperehensif ? hoiiiiiiiiiiiiiii para mahasiswa yang masih duduk di Perguruan tinggi maupun yang telah wisuda di Kabupaten Jember, mana peranmu ? apa gunanya kau kuliah ?
Kesimpulannya, Kabupaten Jember sangatlah berpotensial untuk memaksurkan serta mensejahterakan masyarakatnya dari salah satu aspek yaitu pariwisata. Tinggal bagaimana Pemerintah daerah serta pemimpin yang ada di Kabupaten Jember, apakah memberikan support untuk mengembangkan salah satu sektor berpotensial tersebut. sehingga Di Jember masyarakatnya bisa makmur dan juga sejahtera. untuk itu dibutuhkan Pemimpin yang visioner serta revolusioner untuk membangkitkan beberapa sektor potensial yang ada di Kabupaten Jember.
Di Kabupaten Jember terdapat 42 titik potensial pariwisata yang bisa dikembangkan Pemerintah daerah Jember. Akan tetapi realitanya, hanya empat tempat wisata menonjol yang bisa dikembangkan Pemerintah Kabupaten Jember. sehingga nasib dari 90 % ( sekitar 38 dari 42 ) tempat wisata yang potensial akhirnya tidak terjamah oleh Pemerintah daerah.
Peran serta Pemerintah Daerah sangatlah vital dalam permasalahan ini. Apabila Pemerintah daerah belum bisa memfasilitasi bahkan menghambat proses berjalannya pengembangan Kabupaten jember sendiri dari sektor Pariwisata, tunggulah kehancuran masyarakat yang akhirnya berdampak pada kehidupan ekonomi, sosial dan juga yang lainnya. Secara ekonomi, masyarakat masih banyak yang miskin. Dari sisi sosial, masyarakat jember belum menemukan identitas dirinya yang mempunyai ciri khas tertentu. Analogi sederhananya, sampai detik ini apakah masyarakat Jember punya sebuah simbol yang menggambarkan karakter masyarakatnya ? apakah masyarakat Jember mempunyai ciri khas budaya tersendiri?
Perbandingannya, Kota tetangga dari Kabupaten jember sudah mempunyai karakteristik dan simbol dari daerahnya masing-masing. Banyuwangi dengan budaya Gandrung dan juga masyarakat oseng nya, Lumajang dengan simbolik kota pisang dan juga pasir. Jember mana ?
Karenanya, diperlukan analisa kritis dan juga daya juang tinggi dalam memasyarakatkan sektor pariwisata di dalam masyarakat Jember. Langkah yang harus ditempuh adalah meracuni maindset salah kaprah yang selama ini berdiam diri di otak masyarakat Jember. Selama ini banyak masyarakat Jember lebih kenal dengan daerah lain ketimbang dengan kabupaten Jember. Mayoritas akademisi dan juga pelajar Jember yang lebih bangga berwiasta ke luar daerah daripada memakmurkan masyarakat Jember dengan cara mengembangkan sektor pariwisata yang ada di wilayah Jember sendiri.
Andaikan masyarakat Jember secara keseluruhan mempunyai maindset bahwa apabila kita mengembangkan potensi wisata dengan cara berwisata di tempat wisata yang ada di Jember. Bayangkan betapa banyak tukang bakso, penjual es keliling, dan juga pedagang kaki lima lainnya yang bisa dihidupi oleh mereka. dari satu langka nyata dengan mendatangi tempat wisata saja, kita bisa menghidupi beberapa keluarga, dan juga dari sisi agama, agama Islam sangat menganjurkan ummatnya untuk beramal.
Inilah perang yang sesungguhnya, perang maindset yang meracuni masyarakat secara luas, bukan hanya di Kabupaten Jember. Sehingga langkah konkret yang bisa dilakukan dengan cara menghancurkan racun-racun maindset itu dengan cara revolusi pena. peran serta para mahasiswa sangatlah vital di sisi ini. Pertanyaanya, apakah setiap tahun wisuda lulusan dari beberapa Universitas yang ada di Jember ini mempunyai visi untuki memakmurkan Jember secara komperehensif ? hoiiiiiiiiiiiiiii para mahasiswa yang masih duduk di Perguruan tinggi maupun yang telah wisuda di Kabupaten Jember, mana peranmu ? apa gunanya kau kuliah ?
Kesimpulannya, Kabupaten Jember sangatlah berpotensial untuk memaksurkan serta mensejahterakan masyarakatnya dari salah satu aspek yaitu pariwisata. Tinggal bagaimana Pemerintah daerah serta pemimpin yang ada di Kabupaten Jember, apakah memberikan support untuk mengembangkan salah satu sektor berpotensial tersebut. sehingga Di Jember masyarakatnya bisa makmur dan juga sejahtera. untuk itu dibutuhkan Pemimpin yang visioner serta revolusioner untuk membangkitkan beberapa sektor potensial yang ada di Kabupaten Jember.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar