Pernik Kehidupan

Pages

  • Beranda

Entri Populer

Diriku..

Foto Saya
Aisyah Nurhayati
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

Followers

05 Desember 2011

Ironi Dunia Pendidikan

Berita tak mengenakkan selalu kita dengar dari para mahasiswa yang lagi Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengenai kehidupan masyarakat pedesaan yang kurang sadar akan dunia pendidikan. Hanya segelintir saja anak-anak lulusan SD yang melanjutkan ke SMP. Kebanyakan dari mereka langsung menikah dan bekerja. Orang tua mereka beranggapan bahwa lebih baik membeli perlengkapan rumah tangga daripada untuk membiayai sekolah anak mereka. Bisa dibayangkan berapa uang yang harus dikeluarkan untuk biaya pendidikan anak-anak mereka dari TK hingga sarjana, atau, mungkin, program doktoral? Bagi seorang buruh tani atau perkebunan, Lima belas ekor sapi tidaklah cukup! Padahal hampir mustahil seorang buruh tani memiliki sapi sebanyak itu. Biaya pendidikan yang selangit itu terlalu mahal jika hanya ditukar dengan selembar ijazah untuk nasib anak mereka yang masih samar.
Cara pandang masyarakat kita sungguhlah logis. Pemenuhan kesejahteraan lebih penting ketimbang konsumsi pengetahuan konseptual yang menurut mereka sangat abstrak. Realistis saja, jika dikalkulasi secara ekonomis, berapa dia akan dihargai di negeri ini jika si anak berhasil meraih gelar doktor?? Apa yang bisa dia kerjakan? Sungguh Tak kembali modal !!! dan sang bapak tak pernah bisa menikmati hasil kerja kerasnya membiayai pendidikan si anak. Cukupkah hanya dengan sebuah kebanggaan? Bukankah itu hanya pencitraan yang kita buat untuk sekedar menghibur???? Dan masyarakat buruh tani dan perkebunan, tak mempan oleh imagologi. Sungguh Ironis !!!!
Dan Itulah salah satu ironi dunia pendidikan kita. Karena itu, bagaimana anak-anak mereka seharusnya dididik? Adakah konsep pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka?

Diposting oleh Aisyah Nurhayati
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

1 komentar:

Anonim mengatakan...

tanpa merubah paradigma orangtua tentang betapa pentingnya pendidikan apalah artinya mencari konsep pendidikan yang cocok bagi mereka. Seorang anak akan merasa yakin pada langkahnya ketika doa, restu orang tua mengiringinya

20 Desember 2011 pukul 07.56

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
Langganan: Posting Komentar (Atom)
@ 2011 Pernik Kehidupan; Many thanks to: Blogger Templates / blog Design Company / SEO / free template Blog